Tabir hati

“Dan orang-orang (Ansar) yang mendiami negeri (Madinah) serta beriman sebelum mereka, mengasihi orang-orang yang berhijrah ke negeri mereka, dan tidak ada pula dalam hati mereka perasaan berhajatkan apa yang telah diberi kepada orang-orang yang berhijrah itu; dan mereka juga mengutamakan orang-orang yang berhijrah itu lebih daripada diri mereka sendiri, sekalipun mereka Dalam keadaan kekurangan dan amat berhajat. dan (ingatlah), sesiapa yang menjaga serta memelihara dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang-orang yang berjaya”

Mampukah kebangkitan Islam di hening zaman ini ditampung beban dan cabarannya, jika tiada terbina perasaan kasih sayang bagai Muhajirin dan Ansar?

Mampukah lahir perasaan kasih sayang itu di hening zaman ini, jika bangkit semangat Islam hanya dengan ilmu pengetahuan, tanpa terbit jiwa kehambaan?

Ya Allah… hancurkanlah perasaan DIRI di dalam diri ini, agar terbening kerdil diri, terserlah agung-Mu sebagai Ilah… Ameen.

Allahumma muqallibul Qulub thabit qalbi ‘ala deenek.

“O turner of the hearts! Establish my heart upon Your religion.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s