Cakap

“Assalamualaikum,” sana.
“Wa’alaikumussalam. Ada apa?” sini.
“Terasa macam nak cakap dengan seseorang,” sana.
“Fasal apa?” sini.
“Sibuk ke? sana.
“Agak,” sini.
“Ok,” sana.
“Allah ada,” sini.
“Tahu,” sana.
“Allahlah tempat mengadu,” sini.
“Ya baik,” sana.
“Bangun. Malam ni. Jom sama,” sini.
Senyap. Ada tangis di situ.
“Kan bagus kalau ade di sini,” sana.
“Tak bagus pun,” sini.
“Kenapa?” sana.
“Orang kata ukhuwah tu lebih manis bila jauh,” sini.
“Bila dekat asyik nak gaduh,” sana. Tergelak dalam sebak.
“Rindu sebenarnya,” sini.
“Kenapa tak cakap?” sana.
“Saje. Nak didik sabar. Ada ujian yang jauh lebih besar tak lama lagi,” sini.
Sana senyap.
Sini senyap.
Dan titis itu tumpah juga. Berjuraian.

betoughdear
“Tuhan, permudahkanlah urusan kami, jangan Kau susahkan. Jadikan hati-hati kami dekat pada-Mu. Jadikan jiwa-jiwa kami tidak gentar dengan ujian-Mu. Jadikan kami hamba-hamba yang bersyukur. Kami insan yang menzalimi diri kami, maka ampuni kami. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, sesungguhnya kami termasuk dalam golongan yang rugi. Jangan Kau jadikan kami golongan yang rugi, tetapi jadikanlah kami orang-orang yang berbakti.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s