Muhasabah diri di ambang kedewasaan ini..~

Assalamu’alaykum wbt

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sesungguhnya segala pujian hanya milik Allah swt. Kita memujiNya, memohon pertolonganNya dan mengemis keampunanNya. Selawat dan salam ke atas imam orang-orang yang bertaqwa, junjungan besar Nabi Muhammad saw, ahli-ahli keluarga baginda serta para sahabatnya sekalian. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu dengan berkat surah al-Fatihah yang mulia dan 7 ayat yang berulang-ulang, dan berkat kemuliaan alQuran yang suci..Kami bermohon kiranya, Engkau bukakan bagi kami kebaikan-kebaikan dan memberi kami kemuliaan dalam setiap kebaikan. Engkau jadikan kami dari golongan yang baik dan sentiasa mengamalkan amalan yang baik-baik. Dan Engkau peliharalah agama kami, diri kami, keluarga serta saudara-mara kami daripada kesusahan, keresahan, fitnah, kedukaan dan sebarang keburukan. Sesungguhnya Engkau Pemberi setiap kebaikan dan Pengurnia Kemuliaan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kami memohon padaMu, tunjukkanlah kepada hati-hati ini jalan yang lurus menuju cintaMu yang hakiki, eratkanlah ikatan ukhwah antara kami dengan ikatan yang jujur ikhlas demi kecintaan terhadapMu dan Rasulullah saw. Ameen ya Rabbal ‘Alameen…

Ya Allah Yang Maha Mengetahui segala isi hatiku dan seluruhnya..,

Limpahilah hatiku dengan belas kasihan-Mu,baik pada siang hari dan malam hari mahupun pada saat pagi dan petang silih berganti tak terlewatkan dalam hatiku, waktu ku tidur atau terjaga kecuali mengingati namaMu antara jiwa dan nafasku. Engkau telah memasukkan ke dalam hatiku satu gagasan bahawa Engkau Maha Suci,Tuhanku telah banyak dosa yang ku perbuat dan Engkau mengetahuinya. Namun di saat petang menjelma dan pagi itu datang masih jua ku membuat dosa.

Wahai Tuhan yang Maha Pengasih, tuntunlah diriku ke jalan yang telah ditempuh oleh hamba-hambaMu yang solehah dan jangan sesatkan diriku dalam menapak jejak agamaMu. Bimbinglah diriku di dunia ini dan di akhirat kelak serta cerahkanlah wajahku pada saat orang-orang bermuka masam.

Ya Tuhanku,sesungguhnya diri ini penuh kekeliruan dan keluh-resah,walaupun ku tahu tanggungjawab dakwah ini satu kewajipan namun hatiku ini sentiasa menyeleweng dari landasanMu, oleh itu Ya Tuhanku kembalikanlah Nur kebenaran,dan kekuatan buat diriku ini agar diriku mampu berdiri tegak bersama untuk sama-sama menjunjung kalimahMu……..

Ameen…~

success.jpg

 

Adakalanya…. Tanpa kita sedari, kita semakin jauh daripada Allah… Kita sibuk dengan urusan dunia… Kita sujud pun, tanpa khusyuk kepada Yang Esa…
Tapi, Allah sentiasa memerhatikan kita….

Adakalanya…. Tanpa kita sedari, kita membina dinding antara kita dan Allah… Maksiat dan dosa kita buat.. Sehinggakan terbina dinding untuk kita mendapat barakah dan rahmat daripada Allah….

Adakalanya… Kita terasa Allah sangat mencintai kita… Hingga kita lupa untuk merasa takut dan harap kepada Allah… Itulah cinta zindik… Kita terus melakukan perkara terlarang tetapi masih merasakan Allah mencintai kita….

Adakalanya… Kita mahu meminta pertolongan Allah.. Tapi, sebahagian tawakkal kita adalah kepada makhlukNya… dan hanya tinggal sebahagian lagi tawakkal kepada Allah.. Bukan kah cukup Allah sebagai penolong dan hanya dia kita bertawakkal…..

Adakalanya.. Kita sangat inginkan sesuatu… Kita cuba sedaya upaya.. Tapi kita lupa untuk meminta daripada Pemilik segala benda…

Allah…. Bantuilah kami untuk mengingatiMu…. dan untuk mensyukuri nikmatMu… dan memperbaguskan ibadah kami kepadaMu…

“Wahai orang-orang yang beriman!Mahukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yan pedih?(Iaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.” (61:10-11)

Satu kisah untuk kongsian bersama yang ana dapat, great🙂. Ada getar pada hati, ada nada yang menginsafkan, Allah knows best ~!

Setelah sembilan tahun Muhammad diangkat sebagai Rasulullah, beliau masih menjalankan dakwah di kalangan kaumnya sendiri di sekitar kota Makkah untuk memperbaiki pola hidup mereka. Tetapi hanya sebagian kecil saja orang yang bersedia memeluk agama Islam atau bersimpati kepadanya, selebihnya selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk menganggu dan menghalangi beliau dan pengikut-pengikutnya. Di antara mereka yang bersimpati dengan perjuangan Nabi adalah Abu Thalib, paman beliau sendiri, namun sayangnya ia tidak pernah memeluk Islam sampai akhir hayatnya.

Pada tahun kesepuluh setelah kenabian Abu Thalib wafat. Dengan wafatnya Abu Thalib ini, pihak kafir Quraisy merasa semakin berleluasa mengganggu dan menentang Nabi saw…

Tha’if merupakan kota terbesar kedua di kawasan Hijaz. Di sana terdapat Bani Tsaqif, suatu kabilah yang cukup kuat dan besar jumlah penduduknya. Rasulullah saw. pun berangkat ke Tha’if dengan harapan dapat memujuk Bani Tsaqif untuk menerima Islam, dengan demikian beliau akan mendapatkan tempat berlindung bagi pemeluk-pemeluk Islam dari gangguan kafir Quraisy. Beliau pun berharap dapat menjadikan Tha’if sebagai pusat kegiatan dakwah. Setibanya di sana, Rasulullah saw. mengunjungi tiga tokoh Bani Tsaqif secara terpisah untuk menyampaikan risalah Islam.

Namun yang terjadi, mereka bukan saja menolak ajaran Islam, bahkan mendengar perbicaraan Nabi saw. pun mereka tidak mau. Rasulullah saw. diperlakukan secara kasar dan biadab.

Sikap kasar mereka itu sungguh bertentangan dengan kebiasaan bangsa Arab yang selalu menghormati tamunya. Dengan terus terang mereka mengatakan bahwa mereka tidak senang Rasulullah saw. dan pengikutnya tinggal di kota mereka. Rasulullah membayangkan akan mendapat perlakuan yang sopan diiringi tutur kata yang lemah lembut, tetapi ternyata beliau diejek dengan kata-kata kasar.

Salah seorang di antara mereka berkata sambil mengejek,

“Benarkah Allah telah mengangkatmu menjadi pesuruh-Nya?”

Yang lain berkata sambil tertawa,

‘Tidak dapatkah Allah memilih manusia selain kamu untuk menjadi pesuruh-Nya?”

Ada juga yang berkata,

“Jika engkau benar-benar seorang Nabi, aku tidak ingin berbicara denganmu, karena perbuatan demikian itu akan mendatangkan bencana bagiku. Sebaliknya, jika kamu seorang pendusta, tidak ada gunanya aku berbicara denganmu.”

Menghadapi perlakuan ketiga tokoh Bani Tsaqif yang demikian kasar itu, Rasulullah saw. yang memiliki sifat bersungguh-sungguh dan teguh pendirian, tidak menyebabkannya mudah putus asa dan kecewa.

Setelah meninggalkan tokoh-tokoh Bani Tsaqif yang tidak dapat diharapkan itu, Rasulullah mencoba mendatangi rakyat biasa, kali ini pun beliau mengalami kegagalan.

Mereka mengusir Rasulullah dari Tha’if dengan berkata,

“Keluar-lah kamu dari kampung ini! Dan pergilah ke mana saja kamu suka!”

Ketika Rasulullah menyadari bahwa usahanya tidak berhasil, beliau memutuskan untuk meninggalkan Tha’if.

Tetapi penduduk Tha’if tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan.

Lemparan batu yang mengenai Nabi saw. demikian hebat, sehingga tubuh beliau berlumuran darah.

Dalam perjalanan pulang, Rasulullah saw. menjumpai suatu tempat yang dirasa aman dari gangguan orang-orang jahat tersebut, kemudian beliau berdoa:

‘Wahai Tuhanku, kepada Engkaulah aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya upayaku pada pandangan manusia.

Wahai Tuhan Yang Maha Rahim, Engkaulah Tuhannya orang-orang yang lemah dan Engkaulah tuhanku.

Kepada siapa Engkau menyerahkan diriku? Kepada musuh yang akan menerkam aku atau kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya urusanku, tidak ada keberatan bagiku asalkan Engkau tidak marah kepadaku.

Sedangkan afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya muka-Mu yang mulia yang menyinari langit dan menerangi segala yang gelap dan atas-Nyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat.

Dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahan-Mu atau dari Engkau turun atasku azab-Mu. Kepada Engkaulah aku adukan halku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau.”
Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan kepada Allah oleh Nabi saw. sehingga Allah mengutus malaikat Jibril a.s. untuk menemuinya. Setibanya di hadapan Nabi, Jibril a.s. memberi salam seraya berkata,

“Allah mengetahui apa yang telah terjadi padamu dan orang-orang ini. Allah telah memerintahkan malaikat di gunung-gunung untuk menaati perintahmu.”

Sambil berkata demikian Jibril memperlihatkan para malaikat itu kepada Rasulullah saw…

Kata malaikat itu,

“Wahai Rasulullah, kami siap untuk menjalankan perintah tuan. Jika engkau mau, kami sanggup menjadikan gunung di sekitar kota itu berbenturan, sehingga penduduk yang ada di kedua belah gunung ini akan mati tertindih. Atau apa saja hukuman yang engkau inginkan, kami siap melaksanakannya.”

Mendengar tawaran malaikat itu, Rasulullah saw. dengan sifat kasih sayangnya berkata,

“Walaupun mereka menolak ajaran Islam, saya berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat nanti akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

O Allah.. I cannot hold the tongues of people out there.. But You can..
O Allah.. I cannot hold the hands of people out there.. But You can…
O Allah.. Forgive me, forgive my parents, forgive my ummah for our negligance in observing our duties…
O Allah.. You own the strength.. You own the power.. You own the softness and kindness.. Send us down, tranquility over the threats of the unbelievers..
O Allah.. Hold our hearts, let us not deviate from You… Let us die as a person who submits his/her whole life to You..

Ameen..~

SIGNS & SYMPTOMS OF PEOPLE WITH HIGH HIMMAH

1) extremely busy with duties & responsibilities
– because they always have something to do,
– and when they have a job, they are determined to complete it, and after finishing with one, they yearn to do more
– that’s why, if you want a task to be done, just give it to a busy person

2) self-critisizing
– they are never satisfied with their own achievements, it’s always not successful enough.
– they regret about the (or their) past, and always think they can do better
– there are sayings that go like this: ” he who not remember the past is condemned to repeat it”, and “A believer does not sunk in the same hole twice”

3) perseverence
– never give up, despite the obstacles
– tools and the surroundings might change, but their goals never do
eg, walau ombak tsunami menimpa, they can still move forward. (ala rawahil, bersungguh2 dalam buat sesuatu)

4) making full use of opportunities around him
– they try to manipulate the situations in an efficient and effective way
– they always think of how to improve situations
eg, in dakwah, people with high himmah always think and find the interesting ways to spread the message of Islam.

5) self-discipline, self analytical
– we have Islam that have trained us to be disciplined
eg solat jemaah, galakan muhasabah diri sokmo, etc

6) work, work, work, work, work, and always leaves the results to Allah
– that’s why, everything has to be done because of Allah
– and what we perceive as victory/good results, might not actually be good for us
eg kita berusaha sungguh2 dan niat kerana Allah, doa dan bertawakkal moga Allah kurniakan segala yg terbaik utk kita.

7) not satisfied with average results
– always seeking for the best (in everything, dakwah, work, studies, family, etc)
– always seeking for the best reliable tools

8) always complaining lack of time
– hmmm, kalo berlengah2 tak termasuk dlm category nih

9) very HIGH stamina
– full of ‘azimah (keazaman?)
– this gives a picture of a strong tough rijjal, semue bende boleh
(tambahan to sisters: rijjal is not a term special for brothers alone, it refers to the internal strength i.e semangat, motivasi tinggi, always have momentum bekerja etc and not the physical capabilities)

10) decisive
– once decision has been made, the actions come straight away
– firm with what they choose (tp, pandai2 la tolerate with other people’s decision, dont be confused with keras kepala ) –> tambahan: ciri choleric nih
– and I like this bit : the person who ‘fluctuates’ easily, has a weakened heart ( heart of low himmah)…istiqamah lah slalu..=)

O Allah, I implore you, give me sincerity in pursuing Your love, in building my trust and love towards Rasullallah and, let not be in my heart any loves that will deviate me from you..

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar..~

Maha suci Allah, dan
Segala puji bagi Allah, dan
Tiada sembahan selain Allah, dan
Allah Maha Besar
Antara nikmat terbesar yang Allah kasi kat kita,
adalah nikmat memujiNya..
pernahkah kamu terfikir bahawa “memuji Allah” itu adalah suatu nikmat?
Masakan Rasulallah menyuruh kita berdoa,
“Ya Allah, bantuilah aku mengingatiMu,
dan bersyukur kepadaMu,
dan memperbaikkan ibadah ku kepadaMu”
Alangkah indahnya kalau perasaan ini dapat dikongsi bersama-sama dengan
orang yang kita sayang…
Pada saat itulah, betapa kita menginginkan
semua insan yang kita sayang menyayangi Allah..
Pada ketika itulah, kita mengharapkan hidayah Allah menaungi
setiap manusia yang kita cintai…
“sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada
orang yang kamu cintai” firman Allah
“Wahai org2 yg beriman, lindungi dirimu dan ahli keluargamu
daripada api neraka yang mana bahan bakarnya
adalah manusia dan batu..” Surah At Tahrim
Rasulallah juga pernah menjanjikan antara golongan
yang mendapat naungan Allah,
mereka yang mencintai Allah dan Rasul melebihi cintanya terhadap yang lain,
mereka yang saling mencintai kerana Allah,
mereka dibenci dicampak ke dalam kekufuran
sepertimana benci dicampak ke dalam api neraka..
Moga Allah beri kekuatan, kita berusaha melebarkan hidayahNya..
“dan mereka pergi balik kepada ahli keluarga
mereka dengan gembira (di syurga)” Surah Al Insyiqaq
Rindukan syurga dan kemanisan melihat wajah Allah.. lagi-lagi bersama
dengan orang yang disayangi..
Allah berikan kamu taufiq dan hidayahMu
Dan jangan kau pesongkan hati-hati ini setelah Engkau
berikan petunjukmu..
Ameen..~

p/s: Syukran wa jazakumullahu khayran katheera di atas sumbangan antum, moga Allah membalas sebaik-baik balasan di dunia mahupun di akhirat..kerana tarbiyah Allah berhikmah, insyaAllah, yang diuji hanyalah sedikit, itu tandanya DIA lebih Menyayangi…DIA Menunjukkan yang sebenarnya dalam kita sedar atau tidak..~!🙂 Lembut hidayah menyapa, tersenyumlah dengan senyuman yang menggembirakan, sabarlah dengan sabar yang indah for Allah always there! 😉

Wallahu’alam. Ma’assalamah. Assalamu’alaykum wbt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s